Wednesday, March 27, 2019

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) emang sering jadi rujukan dalam menilai ‘prestasi’ seorang mahasiswa. Tapi, IPK bukan variabel tunggal. Masih ada variabel-variabel lainnya yang bisa menjadi ‘nilai jual’ Sobat seKampus, seperti kegiatan di kampus. Bahkan, kegiatan kampus bisa menjadi portofolio, lho! Makanya, persiapakan dirimu untuk memasukkan kegiatan kampus ke dalam CV terbarumu.

Portofolio ini bisa berguna saat Sobat seKampus mencari pekerjaan atau berwirausaha kelak. Selain IPK, banyak perusahaan yang mencari kandidat pegawainya yang memiliki pengalaman dalam kegiatan-kegiatan nonakademis di kampus.


Pic by Branco Stancevic on Unsplash

‘Mencuri’ Start dari Kegiatan Kampus

Makanya, tak ada salahnya Sobat seKampus menjajal berbagai kegiatan selagi masih kuliah. Manfaat berkegiatan di kampus nggak hanya satu-dua loh, tapi lumayan banyak. Salah satunya Sobat seKampus berarti telah mendokumentasikan hasil karya dalam portofolio. Ini untuk mencegah karya Sobat seKampus mendadak hilang atau lupa bahwa Sobat seKampus memiliki karya tersebut.

Selain itu, dengan portofolio yang mumpuni, berarti Sobat seKampus selangkah di depan dibanding teman-teman lain. Maksudnya, saat Sobat seKampus lulus dari perkuliahan dan mulai mencari kerja, teman-teman yang lain tentu akan melakukan hal yang sama. Bedanya, Sobat seKampus sudah membangun portofolio sebelum lulus. Ini bisa membuat peluang kamu lebih besar mendapat pekerjaan.

Portfolio makin berguna bila Sobat seKampus mencari pekerjaan terkait seni, misalnya desainer grafis. Tentu, sebuah CV aja tidak akan cukup. Perusahaan perlu melihat hasil karya apa saja yang pernah Sobat seKampus buat sebagai bahan pertimbangan mereka.

Hard Skill dan Soft Skill

Di samping hard skill, soft skill Sobat seKampus juga bisa terasah karena aktif mengikuti berbagai kegiatan di kampus. Integritas, toleransi, jujur, dan sebagainya merupakan sejumlah soft skill yang belum tentu bisa diraih di bangku kuliah resmi. Dengan aktif berkegiatan di kampus, pastinya akan menjadi nilai plus kesiapan Sobat seKampus untuk terjun bersosislisasi dalam lingkup yang lebih kompleks daripada perkuliahan.

Tak jarang pula, ada kompetisi atau lomba terkait dengan kegiatan kampus. Nah, di sini mental Sobat seKampus akan ditempa sehingga menjadi dasar bagaimana Sobat seKampus belajar dan berusaha untuk mencapai sebuah target. Sama halnya dengan tuntutan sebuah perusahaan ketika Sobat seKampus nantinya diharuskan untuk mencapai sebuah target dan berkompetisi secara sehat dalam perusahaan tersebut. Nggak cuma itu, prestasi Sobat seKampus saat mengikuti kompetisi atau lomba tersebut akan menjadi daya tarik lebih bagi sebuah perusahaan dalam menentukan pilihan kandidat pegawainya.

Kegiatan kampus yang sarat dengan nilai sosial, seperti sukarelawan di tim tanggap darurat, juga tak kalah penting. Kegiatan sukarelawan sangat membantu Sobat Kampus untuk menumbuhkan jiwa sosial. Banyak organisasi di luar sana yang sering mengadakan kegiatan amal ini. Hal ini juga akan menjadi nilai lebih di mata sebuah perusahaan. Terlebih bila perusahaan tersebut bergerak di bidang sosial.

Kalau Sobat Kampus tidak terlalu berminat dengan bentuk ‘keterikatan’ plus periode kepengurusan dalam suatu kegiatan kampus, maka cobalah bergabung dalam kepanitiaan event tertentu, misalnya wisuda. Di kepanitiaan semacam ini, Sobat seKampus juga bisa memilih dengan spesifik mau daftar posisi apa sesuai minat dan kemampuan.

 

Baca Juga: 5 Trik Meningkatkan Soft Skill Mahasiswa

 

So, susunlah portofolio Sobat seKampus dari sekarang dengan mengikuti berbagai kegiatan kampus! Setelah itu, jangan lupa lampirkan portofolio kamu ke dalam CV terbarumu. Misalnya saja ngikutin aneka kegiatannya UKM Nihon Bunkabu Telkom, nih! Siapa tau kamu bisa dapetin kesempatan ke Jepang dengan tiket murah meriah. Emang bisa? Kenapa nggak? Gimana menurut kamu, Sobat?

 

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *